Uji Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera) Sebagai Tabir Surya dan Antibakteri Penyebab Jerawat
DOI:
https://doi.org/10.69869/9v3h2j29Keywords:
Ekstrak, Moringa oleifera, Tabir Surya, Sun Protection Factor (SPF), AntibakteriAbstract
Telah dilakukan penelitian tentang uji aktivitas ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) sebagai tabir surya dan antibakteri penyebab jerawat. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahapan yaitu preparasi sampel, pembuatan ekstrak, skrining fitokimia, uji aktivitas tabir surya, dan uji aktivitas antibakteri. Metode ekstraksi yang digunakan dalam penelitin ini adalah metode maserasi dengan pelarut etanol, kemudian dievaporasi untuk memperoleh ekstrak pekat. Ekstrak pekat yang diperoleh berwarna hijau kecoklatan dengan kadar rendemen 8,16%. Ekstrak pekat yang diperoleh kemudian diidentifikasi kandungan senyawa metabolit sekunder dengan metode skrining fitokimia. Aktivitas tabir surya ditentukan dengan menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis, dan aktivitas antibakteri ditentukan menggunakan metode difusi cakram. Hasil skrining fitokimia menunjukan pada ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) terkandung senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil uji aktivitas tabir surya ekstrak etanol daun kelor (Moringa oleifera) menunjukan nilai Sun Protection Factor (SPF) pada konsentrasi 10, 20, 30, 40, dan 50 ppm secara berturut- turut adalah 2,72; 3,11; 5,86; 7,63; dan 10,04. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukan nilai diameter zona hambat pada konsentrasi 12,5 ppm, 25 ppm, 50 ppm, dan 100 ppm secara berturut-turut adalah 8,5 mm; 9,4 mm; 10,3 mm; dan 11,5 mm.
References
Agustina, W., Nurhamidah, & Handayani, D. (2017). Skrining fitokimia dan aktivitas antioksidan beberapa fraksi dari kulit batang jarak (Ricinus communis L.). Jurnal Pendidikan Dan Ilmu Kimia, 1(2), 117–122.
Amelia, E. R. (2022). Uji aktifitas antioksidan ekstrak etanol daun dan bunga tembelekan (Lantana camara L.) menggunakan pereaksi 1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH). Skripsi. Universitas Tudalako.
Dewangga, V. S., & Qurrohman, M. T. (2019). Potensi antibakteri ekstrak etanol herba Meniran Hijau (Phyllanthus niruri Linn.) dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus. Jurnal Kesehatan Kusuma Husada, 10(2), 144–150.
Hanifa, N. I., Wirasisya, D. G., Muliani, A. E., Utami, S. B., & Sunarwidhi, A. L. (2021). Phytochemical screening of decoction and ethanolic extract of amomum dealbatum Roxb. leaves. Jurnal Biologi Tropis, 21(2), 510–518.
Hastuti, N. S., Taurhesia, S., & Wibowo, A. E. (2019). Aktivitas secara in vitro dan in vivo kombinasi ekstrak daun kelor ( Moringa oleifera lam .) dan pegagan ( Centella asiatica ( l .). Urb .) sebagai gel anti jerawat. Intisari Sains Medis, 10(3), 629–636. https://doi.org/10.15562/ism.v10i3.351
Hogade, M. G., Basawaraj, S. P., & Dhumal, P. (2010). Comparative sun protection factor determination of fresh fruits extract of cucumber vs marketed cosmetic formulation. Research Journal of Pharmaceutical , Biological, and Chemical Sciences, 1(3), 55–59.
Idris, A., Linatoc, A. C., Muhammad, S. M., & Takai, Z. I. (2019). An effect of light intensity on the total flavonoid and phenolic content of moringa oleifera. Journal of Tomography System and Sensor Application, 2(1), 19–24.
Isfardiyana, S. H., & Safitri, S. R. (2014). Pentingnya melindungi kulit dari sinar ultraviolet dan cara melindungi kulit dengan sunblock buatan sendiri. Jurnal Inovasi Dan Kewirausahaan, 3(2), 126–133.
Kusuma, C. A., Nastiti, K., & Budi, S. (2022). Identifikasi senyawa kimia dan penetapan kadar flavonoid pada tingkatan fraksi daun hapa-hapa (Flemingia macrophylla). Jurnal Sains Medisina, 1(2), 83–90.
Madelina, W., & Sulistiyaningsih. (2018). Review: Resistensi antibiotik pada terapi pengobatan jerawat. Jurnal Farmaka, 16(2), 105–117.
Mansur, J. D. S., Breder, M. N. R., Mansur, M. C. A., & Azulay, R. D. (1986). Determination of sun protection factor by spectrophotometry. An Bras Dermatol, 61(3), 121–124.
Nafiah, S. R., Fitraneti, E., Rizal, Y., Primawati, I., & Hamama, D. A. (2024). Pengaruh paparan sinar ultraviolet terhadap kesehatan kulit dan upaya pencegahannya : tinjauan literatur. Scientific Journal, 3(3), 185–194. https://doi.org/https://doi.org/10.56260/sciena.v3i3
Ningtyas, R. (2010). Uji antioksidan dan antibakteri ekstrak air daun Kecombrang (Etlingera elatior (Jack)R.M. Smith) sebagai pengawet alami terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus. Skripsi.Fakultas Sains dan Teknologi,Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
Okoro, E., Ogunbiyi, A., & George, A. (2016). Prevalence and pattern of acne vulgaris among adolescents in Ibadan, south-west Nigeria. Journal of the Egyptian Women’s Dermatologic Society, 13, 7–12. https://doi.org/10.1097/01.EWX.0000470561.85599.0d
Rai, R., & Srinivas, C. R. (2007). Photoprotection. 73(2), 73–79.
Savera, T. R., Suryawan, W. H., & Setiawan, A. W. (2020). Deteksi dini kanker kulit menggunakan K-NN dan convolutional neural network. Jurnal Teknologi Informasi Dan Ilmu Komputer (JTIIK), 7(2), 373–377. https://doi.org/10.25126/jtiik.202072602
Sayre, R. M., Agin, P. P., LeVee, G. J., & Marlowe, E. (1979). A comparison of IN VIVO and IN VITRO testing of sunscreening formulas. Photochemistry and Photobiology, 29, 559–566.
Susanti, E., & Lestari, S. (2019). Uji aktivitas tabir surya ekstrak etanol tumbuhan sembung rambat (Mikania micrantha Kunth) secara IN VITRO. Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, 7(2), 39–42.
Tarisa, R. E. D., Rustam, R., & Elmatris. (2022). Hubungan jenis pekerjaan dengan kanker kulit di RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015 – 2020. Jurnal Ilmu Kesehatan Indonesia, 3(1), 67–73. https://doi.org/https://doi.org/10.25077/jikesi,v3i1.739
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Media Sains

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



