Identifikasi Komponen Senyawa Kimia, Uji Bioaktivitas Dan Tabir Surya Ekstrak N-Heksan Daun Pegagan (Centella Asiatica L)

Authors

  • Afryani R. Awang Universitas Nusa Cendana Author
  • I Gusti Made Ngurah Budiana Universitas Nusa Cendana Author
  • Jasman Universitas Nusa Cendana Author

DOI:

https://doi.org/10.69869/bzjxgp98

Keywords:

Daun Pegagan, Senyawa Metabolit Sekunder, Ekstraksi Maserasi, Uji Toksisitas, BSLT, LC50

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi komponen senyawa kimia, uji bioaktivitas dan aktivitas tabir surya ekstrak n-heksan daun pegagan (Centella asiatica L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komponen senyawa kimia yang terdapat dalam ekstrak daun pegagan, menguji bioaktivitas ekstrak daun pegagan terhadap artemia salina leach dan menguji aktivitas tabir surya. Ekstraksi dalam penelitian ini menggunakan metode maserasi dengan pelarut ekstrak n-heksan, kemudian dilakukan evaporasi untuk memperoleh ekstrak bebas pelarut. Ekstrak bebas pelarut yang diperoleh digunakan untuk identifikasi komponen senyawa kimia, uji bioaktivitas yang dilihat dari nilai LC50 dan aktivitas tabir surya yang dapat dilihat dari Nilai Sun Protection Faktor (SPF). Nilai LC50 ditentukkan dengan melihat persentase kematian larva artemia salina leach, sedangkan nilai SPF ditentukan dengan mengukur absorbansi ekstrak dalam beberapa variasi konsentrasi menggunakan spektroskopi UV-Vis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak n-heksan  daun pegagan (Centella asiatica l.) memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder golongan flavanoid, tanin, dan saponin. Dan untuk nilai LC50 yang didapat sebesar 8,693<1000 ppm. Maka dapat dikatakan bahwa ekstrak daun pegagan bersifat sangat toksik. Sedangkan hasil uji aktivitas tabir surya diperoleh nilai SPF tertinggi pada konsentrasi 50 ppm yaitu sebesar 9,248 (proteksi maksimal). Sedangkan pada konsentrasi 40 ppm sebesar 8,623 (proteksi ekstra), 30 ppm sebesar 5,033 (proteksi sedang ), 20 ppm sebesar 4,478 (proteksi minimal), dan 10 ppm sebesar 4,457 (proteksi minimal).

References

Agfadila, Tanzila, Putu Ari Sandhi, and Ni Nyoman Puspawati. 2017. “Kemampuan Daya Hambat Ekstrak Daun Pegagan (Centella Asiatica (L.) Urban) Terhadap Pertumbuhan Escherichia Coli ATCC 8739.” Jurnal ITEPA 6(2): 21–29.

Agustina, S., Ruslan, dan Agrippina W. 2016. Skrining Fitokimia Tanaman Obat di Kabupaten Bima. Cakra Kimia (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry), 4 (1): 71-76.

Ahmad, Islamudin, and Arsyik Ibrahim. 2015. “Bioaktivitas Ekstrak Metanol Dan Fraksi N-Heksana Daun Sungkai (Peronema Canescens JACK) Terhadap Larva Udang (Artemia Salina Leach).” Jurnal Sains dan Kesehatan 1(3): 114–19.

Bylka, Wiesława, Paulina Znajdek-Awizeń, Elzbieta Studzińska-Sroka, and Małgorzata Brzezińska. 2013. “Centella Asiatica in Cosmetology.” Postepy Dermatologii i Alergologii 30(1): 46–49.

Cahyaningsih, E., Yuda, P. E. S. K., & Santoso, P. (2019). Skrining Fitokimia Dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) dengan Metode Spektrofotometri Uv-Vis. Jurnal Ilmiah Medicamento, 5(1)

Dash, B K et al. 2011. “Antibacterial and Antifungal Activities of Several Extracts of Centella Asiatica L . against Some Human Pathogenic Microbes.” Life Sciences and Medicine Research 2011(L): 1–5. http://astonjournals.com/lsmr.

Effendy. 2007. Perspektif Baru Kimia Koordinasi. Malang: Bayumedia Publishing

Ergina, Nuryanti, S., dan Pursitasari, ID, (2014). Uji Kualitatif Senyawa Metabolit Sekunder Pada Daun Palado (Agave agustifolia) Yang Diekstraksi Dengan Pelarut Air dan Etanol, Journal Akademik Kimia, 3(3):165-172.

Harborne, J.B. (2006). Metode Fitokimia: Penuntun Cara Modern MenganalisisTumbuhan (alih bahasa: Kosasih Padmawinata & Iwang Soediro). Bandung : Penerbit ITB.

Khopkar S.M. 2003. Konsep Dasar Kimia Analitik. Terjemahan dari Basic Concepts Of Analytical Chemistry oleh Saptoraharjo. UI-Press, Jakarta.

Noviyanty Y dan Linda A. 2020. Profil Fitokimia Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etanol Bunga Senduduk (Melastoma malabathricum L). Bengkulu journal. jps.com

Roy M, Arpita, Laxmi Krishnan, and Arpita Roy Roy. 2018. “Qualitative and Quantitative Phytochemical Analysis of Centella Asiatica.” Natural Products Chemistry & Research 06(04): 4–7.

Salmiwanti, Salmiwanti, Asriyani Ilyas, and Asri Saleh. 2016. “Isolasi Senyawa Metabolit Sekunder Fraksi N- Heksana Dari Daun Pegagan (Centellaasiatica L.) Dan Uji Antibakteri Terhadap Mycobacterium Tuberculosis.” Al-Kimia 4(2): 52–63.

Widyani, M., Ulfa, M., & Wirasisya, D. G. (2019). Efek penghambatan radikal bebas infusa dan ekstrak etanol herba pegagan (Centella asiatica (L.) Urb) dengan metode DPPH. Jurnal Pijar Mipa, 14(1), 100–106.

Downloads

Published

2025-12-31

How to Cite

R. Awang, A., Budiana, I. G. M. N., & Jasman. (2025). Identifikasi Komponen Senyawa Kimia, Uji Bioaktivitas Dan Tabir Surya Ekstrak N-Heksan Daun Pegagan (Centella Asiatica L). Media Sains, 25(2), 38-44. https://doi.org/10.69869/bzjxgp98