Transformasi Tebing Breksi Yogyakarta: Dari Kawasan Bekas Tambang Menjadi Destinasi Geowisata

Authors

  • Aidatul Zalzilah zila Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Author
  • Etheldreda felistika Salista Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Author
  • Karlina Tuto Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Author
  • Yuli Ifana Sari Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Author
  • Suwito Universitas PGRI Kanjuruhan Malang Author

DOI:

https://doi.org/10.69869/39fr2r07

Keywords:

transformasi kawasan, Tebing Breksi, geowisata, geoheritage, pembangunan berkelanjutan

Abstract

Transformasi kawasan bekas tambang menjadi destinasi geowisata merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya geologi yang berorientasi pada konservasi, edukasi, dan pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses transformasi Tebing Breksi Yogyakarta dari kawasan bekas tambang menjadi destinasi geowisata serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung proses tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara semi-terstruktur terhadap dua pengelola wisata yang dipilih secara purposif, dokumentasi, dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan empat faktor utama yang berkaitan dengan transformasi kawasan, yaitu potensi geoheritage, partisipasi masyarakat, dukungan pemerintah, dan pengembangan infrastruktur wisata, sedangkan konservasi diposisikan sebagai prinsip pengelolaan yang melandasi pemanfaatan kawasan. Berdasarkan perspektif pengelola, observasi, dan dokumen yang dianalisis, transformasi tersebut berkaitan dengan berkembangnya aktivitas ekonomi lokal serta menguatnya fungsi kawasan sebagai media edukasi kebumian dan pelestarian warisan geologi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa pengembangan geowisata pada kasus Tebing Breksi tidak hanya bertumpu pada keunikan geologi, tetapi juga pada kolaborasi antarpemangku kepentingan dan pengelolaan yang berkelanjutan. Temuan ini memberikan pelajaran kontekstual bagi pengembangan kawasan bekas tambang dengan karakteristik serupa.

References

Cahyani, A. A., Suharwanto, & Astuti, F. A. (2020). Evaluasi Kesesuaian Lahan Kawasan Geowisata Tebing Breksi di Dusun Nglengkong, Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI, 2(1). https://doi.org/10.31315/psb.v2i1.4443

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). SAGE Publications.

Damayanti, R., Prayitno, G., & Usman, F. (2025). Karakteristik geowisata Tebing Breksi di Desa Sambirejo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Planning for Urban Region and Environment, 14(0341), 87–94.

Iqbal, M., Nadia, H., & Saiddinullah, A. (2021). Geo-Edu Space untuk Pengembangan Geowisata Tebing Breksi sebagai Sarana Memasyarakatkan Edukasi Ilmu Kebumian. Jurnal Geosains Terapan, 3(1), 82–92.

Islami, M. E. N. (2021). Dampak Keberadaan Objek Wisata Tebing Breksi terhadap Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Sambirejo, Prambanan, Kabupaten Sleman. Media Wisata, 18(1), 129–145.

Huruta, A. D., Sasongko, G., Wahyudi, Y., Kawuryana, I. S. S., & Lu, C. Y. (2024). Sustainability and community-based tourism nexus: A mediation role of consumer satisfaction. Cogent Business & Management, 11(1), 2421418. https://doi.org/10.1080/23311975.2024.2421418

Kusumaningrum, N., & Ridlo, D. T. (2023). Faktor-faktor yang mendorong terjadinya pemanfaatan ruang untuk pariwisata di area bekas tambang Tebing Breksi. Jurnal Rekayasa Lingkungan, 23(2), 31–43. https://doi.org/10.37412/jrl.v23i2.200

Mervelito, M. G. P., Rahardjo, P., & Herlambang, S. (2020). Studi Keberhasilan Pengelolaan Objek Wisata Taman Tebing Breksi Berbasis Community Based Tourism (CBT) oleh Masyarakat Desa Sambirejo, Kabupaten Sleman. Jurnal STUPA, 2(2), 2673–2686.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2020). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (4th ed.). SAGE Publications.

Nur Rohman, Sugiarto, Kiswantoro, A., & Susanto, D. R. (2024). Evaluasi Tata Kelola Destinasi Wisata Tebing Breksi di Yogyakarta: Analisis Berdasarkan Indikator Sapta Pesona. Gemawisata: Jurnal Ilmiah Pariwisata, 20(3), 266–277.

Nurwanto. (2021). Evaluasi Dampak Pembangunan Pariwisata Menggunakan Konsep Community Based Tourism (CBT) di Kawasan Wisata Tebing Breksi. Jurnal Kepariwisataan Indonesia, 14(2), 109–124. https://doi.org/10.47608/jki.v14i22020.109-124

Quesada-Valverde, M. E., & Quesada-Román, A. (2023). Worldwide Trends in Methods and Resources Promoting Geoconservation, Geotourism, and Geoheritage. Geosciences, 13(2), 39. https://doi.org/10.3390/geosciences13020039

Štrba, Ľ., Vravcová, A., Podoláková, M., Varcholová, L., & Kršák, B. (2023). Linking Geoheritage or Geosite Assessment Results with Geotourism Potential and Development: A Literature Review. Sustainability, 15(12), 9539. https://doi.org/10.3390/su15129539

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

zila, A. Z., Etheldreda felistika Salista, Karlina Tuto, Yuli Ifana Sari, & Suwito. (2026). Transformasi Tebing Breksi Yogyakarta: Dari Kawasan Bekas Tambang Menjadi Destinasi Geowisata. Media Sains, 26(1), 41-54. https://doi.org/10.69869/39fr2r07