Aktivitas Tabir Surya Krim Fraksi Ekstrak Bractea Bougainvillea Spectabilis Willd  Secara In Vitro dan In Vivo

Authors

  • Ni Nyoman Yuliani Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang Author
  • Jefrin Sambara Politeknik Kesehatan Kemenkes Kupang Author

DOI:

https://doi.org/10.69869/g1tyjq64

Keywords:

Bougainvillea Spectabilis Willd, Krim, In vitro, In vivo, SPF

Abstract

Paparan radiasi berlebihan pada kulit dapat menimbulkan eritema dan pigmentasi pada kulit. Fraksi dari ekstrak etanol Bougainvillea spectabilis Willd mengandung senyawa-senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai obat, seperti senyawa fenolik dan flavonoid yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi yang mampu menyerap secara spesifik radiasi sinar UV sehingga dapat diaplikasikan chemical absorber. Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas tabir surya dari ekstrak etanol bractea Bougainvillea spectabilis Willd secara in vitro menggunakan metode spektrofotometri UV- Visible yang ditentukan dengan menghitung nilai % Transmisi eritema (% Te), nilai % Transmisi pigmentasi (% Tp), dan nilai Sun Protection Factor (SPF). Serta pengujian secara in vivo dengan mengamati efek terjadinya eritema pada kulit tikus putih (Rattus norvegicus) yang disinari dengan sinar UV. Hasil analisis secara in vitro menunjukkan bahwa krim ekstrak etanol Bougainvillea spectabilis Willd mampu memberikan aktivitas tabir surya dengan konsentrasi 1,5%, 1,0%, 0,5% dengan nilai SPF berturut-turut yaitu 21,22 (proteksi ultra); 16,69 (proteksi ultra) dan 12,48 (proteksi maksimal) dibandingkan kontrol Para amino benzoat acid (PABA) 6,95 (proteksi ekstra), dengan nilai persen eritema (% Te) konsentrasi 1,5%, 1,0%, 0,5% dengan nilai berturut-turut yaitu 6,85 (suntan standard); 7,26 (suntan standard) dan 10,42 (fast tanning) dibandingkan kontrol krim Para amino benzoat acid (PABA) 28,15 (fast tanning), dengan nilai persen pigmentasi (% Tp) konsentrasi 1,5%, 1,0%, 0,5% dengan nilai berturut-turut yaitu 7,29 (sunblock); 7,56 (sunblock) dan 11,62 (sunblock) dibandingkan kontrol Para amino benzoat acid (PABA) yaitu 60,10 (proteksi ekstra). Kemudian pada pengujian secara in vivo dengan analisis ANOVA satu arah didapatkan bahwa Ekstrak etanol bractea Bougainvillea spectabilis Willd mampu menghambat timbulnya eritema pada hewan uji secara signifikan (p<0,05) terhadap semua kelompok perlakuan, dengan diameter eritema yang terbentuk pada konsentrasi 1,5%, 1,0%, 0,5% menghasilkan skor eritema 1 yang berarti eritema yang dihasilkan sangat sedikit.

References

Amini, A., et al., 2020. Efektifitas Formula Krim Tabir Durya Berbahan Aktif Ekstrak Etanol Biji Wali (Brucea javanica L Merr), Jurnal Kefarmasian Indonesia.10(1). 50-58. Doi: 10.22435/jki/v1oi.1.2066

Auerbach, P., Cushing, T., Harris, N.S., 2016. Auerbach’s wilderness medicine seventh edition. Elsevier Health Sciences. New York.

Haveni, D., Mastura, & Sari, R. P. 2019. Ekstrak Etanol Bunga Kertas (Bougainvillea) Pink Sebagai Anti Oksidan Dengan Menggunakan Metode Dpph. Jurnal Pendidikan Kimia Dan Ilmu Kimia, 2(1), 1–7.

Fitriansyah S.N, et al., 2023. Antioxidant and Activity and Sun Protection Factor of Different Parts of Sawo Walanda (PouteriaCamphechianaKunth). B) Extract, Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology.Universitas Padjajaran. 5(2), 207-214.

Lisnawati, N., Fathan, M. N. U., & Nurlitasari, D. 2019. Penentuan Nilai SPF Ekstrak Etil Asetat Daun Mangga Gedong Menggunakan Spektrofotometri UV-Vis. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 1(2), 157–166.

Lumentut, N., Edi, H. J., & Rumondor, E. M. 2020. Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Krim Ekstrak Etanol Kulit Buah Pisang Goroho (Musa acuminafe L.) Konsentrasi 12.5% Sebagai Tabir Surya. Jurnal MIPA, 9(2), 42.

Munisa, A et al., 2022. Teknik Manajemen Pengelolaan Hewan Percobaan.Universitas Negeri Makassar, Balai Besar Veteriner Marus. Makassar.

Minerva P. 2019. Penggunaan Tabir Surya Bagi Kesehatan Kulit. Jurnal Pendidikan Dan Keluarga;11(1):87. doi:10.24036/jpk/vol11-iss1/619.

Noviardi, H., Ratnasari, D., & Fermadianto, M. 2019. Formulasi Sediaan Krim Tabir Surya dari Ekstrak Etanol Buah Bisbul (Diospyros blancoi) (Sunscreen Cream Formulation of Bisbul fruit (Diospyros blancoi) Ethanol Extract). Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia, 17(2), 262–271.

Oktaviani, R. 2019. Pengaruh Pemberian Ekstrak dan Fraksi Bractea Bougainvillea spectabilis Willd terhadap Penurunan Kadar Kolesterol secara In Vitro. Skripsi. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Riau. Pekanbaru.

Putranti, et al., 2021. Tinjauan pustaka: Fotobiology Ultraviolet Pada Jaringan Kulit. Mandala of Health, 13(2), 33-55. Doi: 20884/1.mandala.2023.16.1.8379.

Rijar, G, Y, et al., 2022. Comparison of Percent Value of Erytema and Pigmentation Transmission With Maceration and Infusion Method of Robusta Coffea (Coffea Canephora Pierre A. Frohner) Derived From The District Tana Toraja. Jurnal Multidisiplin Madani (Mudima), 2(6), pp. 2729-2742

Saputri, R. W., Badawi, S., & Kuncoro, H. 2022. Potensi Antiradikal bebas DPPH dan Tabir Surya Ekstrak Tunggal dan Kombinasi Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon (L.) Osbeck) dan Kulit Jeruk Manis (Citrus aurantium L.). Jurnal Farmasi Higea, 14(2), 133-14.

Triyuliani, C., et al., 2023. Uji Efektivitas Antijamur Ekstrak Bunga Bugenvil (Bougainvillea spectabilis Willd) Terhadap Jamur Candida Albicans, Jurnal Regiment Kedokteran RAFLESIA. 9(2), pp 52-60.

Vitro I, Indarto I, Ikhsan H, Kuswanto E. 2021. Aktifitas Tabir Surya dari Kombinasi Ekstrak Kunyit.1(2).

Yuliani N.N, et al., 2024. Bougenville Flower (Bougainvillea spectabilis OWilld Extract (In vitro) Activity Test as Sunscreen, Research Journal of Pharmacy and Technology, 17(2), pp 849-854.

Windono, T., et al., 2019, Uji Efektivitas In Vitro dan In Vivo Perlindungan terhadap Sinar Matahari Sediaan Krim O/W dan W/O Rutin dan Etil Para Metoksisinamat, Jurnal Sains dan Teknologi, Surabaya. DOI: 10.24123/jst.v1i2.2223.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Yuliani, N. N., & Sambara, J. (2026). Aktivitas Tabir Surya Krim Fraksi Ekstrak Bractea Bougainvillea Spectabilis Willd  Secara In Vitro dan In Vivo. Media Sains, 26(1), 31-40. https://doi.org/10.69869/g1tyjq64